Banyak hal yang bisa kita pelajari dari perjalanan hidup Sylvester Stallone. Dia lahir dari keluarga miskin, saking miskinnya Sylvester Stallone dilahirkan di depan pintu sekolah. Dia memiliki kelainan syaraf di wajahnya, sehingga wajah bagian kanannya tidak normal. Ditambah lagi bicaranya yang gagap dan tidak jelas. Namun Sylvester Stallone memiliki cita-cita untuk menjadi aktor yang terkenal.
Akhirnya dia pergi ke Hollywood untuk mewujudkan cita-citanya. Dia melamar ke berbagai perusahaan film, hasilnya dia ditolak lebih dari 1500 kali. Dengan kondisi yang semakin kekurangan ini dia tidur di taman kota dan kerjanya menjadi tukang sapu kotoran gajah. Istrinya, karena tidak tahan menceraikannya. Syvester tetap berusaha menggunakan ilmu andalannya, yaitu “ngotot” untuk menjadi aktor. Dia akhirnya menjadi aktor, hanya saja tampilnya beberapa menit saja karena dia menjadi pemain figuran.
Hingga akhirnya karena kekurangan uang Sylvester menjual anjing kesayangannya, Timmy dengan harga $ 25. Pada kondisi terendah dalam hidupnya Stallone menonton pertandingan tinju antara Muhammad Ali dengan Chuck Webner. Orang memperkirakan bahwa Webner akan kalah pada ronde ketiga, akan tetapi ternyata dia bisa menyelesaikan pada ronde ke 12, karena kegigihannya untuk tidak mau jatuh.
Dari pertandingan tinju ini Stallone mendapat inspirasi untuk menulis sebah naskah film yang dia beri judul Rocky. Dia menulis selama 84 jam tanpa henti. Akhirnya dia tawarkan naskahnya kepada produser film. Produser bersedia mengangkat naskahnya untuk menjadi film dan menghargainya $20.000. Dengan gembira Stallone, mengatakan kepada produser ,”Saya bersedia, tetapi saya yang menjadi pemain utamanya.” Tentu saja karena bicaranya yang gagap dan tidak jelas produser menolaknya.
Setelah beberapa lama produser tertarik untuk membeli naskahnya dengan harga $ 80.000. Stallone bersedia, asalkan dia yang menjadi pemain utamanya. Tidak berapa lama produser tertarik untuk membeli naskahnya dengan harga $200.000. Stallone tetap menolak tawaran yang menggiurkan itu, walaupun dia sangat membutuhkan, karena cita-citanya memang ingin menjadi aktor.
Sampai akhirnya produser tertarik untuk membelinya dengan harga $330.000, tetapi Stallone tetap berkeras hati untuk sambil mengatakan lebih baik tidak menjadi film kalau dia tidak menjadi aktornya.
Akhirnya, karena kegigihan Stallone, produser bersedia mengangkat Stallone untuk menjadi pemain utamanya. Naskahnya dihargai $ 20.000 dan dia menerima upah $340 per minggu sesuai dengan upah minimum seorang aktor. Setelah dipotong biaya-biaya, komisi agen, dan pajak, ia hanya mendapatkan penghasilan bersih sebesar $6,000 bukannya $330,000.
Hal pertama yang dia lakukan begitu selesai mendapat uang adalah mencari anjingnya, Timmy. Dia ingin membelinya lagi, tetapi pemiliknya tidak menjualnya. Stallone menawar dengan harga yang tinggi, $100, $200, dst sampai akhirnya harga akhir yang disepakati adalah $15.000, ditambah syarat melibatkan sang pembeli sebagai pemeran tambahan dalam filmnya tersebut.
Namun apa yang terjadi selanjutnya? Dua tahun kemudian, di tahun 1976 Stallone dinominasikan meraih Academy Award sebagai Aktor Terbaik. Film Rocky tersebut memenangkan tiga oscar, Film terbaik, Sutradara terbaik dan Skenario Film terbaik. Serial Rocky (Rocky 1 -5) setelahnya meraih hampir $1 milyar, menjadikan Stallone seorang bintang film internasional.
Cara terbaik untuk menjadi sukses adalah belajar dari orang-orang yang sudah sukses. Berikut ini adalah kisah kisah perjuangan orang yang sukses yang saya rekomendasikan, yang mulainya dari nol.
William Edward Boeing (pendiri perusahaan pesawat Boeing, tahukah anda Boeing adalah seorang tukang kayu sampai umur 30 tahun)
Konosuke Matsushita (Pendiri Panasonic dan berbagai perusahaan elektronik yang lain. Tahukah anda bahwa Mattsushita sebelumnya sangat miskin? Saking miskinnya pernah dalam 1 tahun 3 orang saudaranya meninggal karena kekurangan gizi)
Henry Ford (Pendiri perusahaan mobil Ford. Tahukah anda bahwa Ford hanyalah seorang pemilik bengkel yang kerjanya di bawah pohon sampai umur 40 an tahun? Akan tetapi akhirnya Ford berhasil memilki perusahaan mobil yang mampu memproduksi 4000 mobil per hari)
Chung Ju Yung (pendiri Hyundai. Chung pernah gagal berkali-kali, karena tokonya terbakar, karena perang korea, karena penjajahan Jepang dan lain-lain, akan tetapi akhirnya dia memiliki perusahaan raksasa Hyundai, mobil Hyundai hanyalah salah satu anak perusahaannya.)