Di akui atau tidak, pentas sekaliber SNMPTN layaknya pentas perang "buatan" manusia. Sementara tesnya sendiri bak medan pertempuran. padahal perang yang sesungguhnya adalah perjuangan menggapai kesuksesan yang terindah via SNMPTN. Berbagai polemik pro maupun kontra UN tampaknya kian mereda, Pemerintah berkomitmen menyelenggarakan UN yang kredibel dan semoga semakin menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan. Untuk tahun 2010 dengan berbagai pertimbangan UN belum bisa diintegrasikan dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), karena berbagai hal : terutama menyangkut kualitas dan kredibilitas Ujian Nasional itu sendiri.
Salah satu yang diagendakan oleh Depdiknas selain UN dan SNMPTN adalah Re-evaluasi otonomi perguruan tinggi dalam hal penerimaan calon mahasiswa baru. Kajian ini hendaknya dilakukan secara akademis, sosial, dan ekonomi sehingga semua pihak diuntungkan serta mencerminkan prinsip keadilan.
Selain membuat bingung calon mahasiswa, banyaknya jalur juga merugikan karena calon mahasiswa harus berkali-kali membeli formulir yang harganya berkisar Rp 200.000-Rp 850.000 per formulir. Di sisi lain, beberapa jalur masuk PTN pendaftarannya dibuka sebelum siswa mengikuti ujian nasional (UN) sehingga konsentrasi siswa terbagi antara mengikuti UN dan mengikuti seleksi masuk PTN.
Kami sepakat dengan pernyataan Mendiknas bahwa Falsafah dasarnya otonomi PTN artinya PTN diberi keleluasaan dalam penerimaan calon mahasiswa baru. Tetapi diharapkan otonomi tidak dilakukan sebebas-bebasnya dan tidak mengganggu sistem belajar-mengajar di sekolah, dengan kata lain (meminjam istilah Orba) : otonomi yang bertanggung-jawab :).
Mendiknas juga mengakui, banyaknya jalur masuk PTN dengan biaya pendaftaran yang beragam dikhawatirkan akan mengurangi kesempatan anak dari keluarga yang kurang mampu untuk membeli formulir seleksi masuk PTN. Sebenarnya, kata Mohammad Nuh, sudah ada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang dilakukan secara serentak oleh sejumlah PTN.
Sebenarnya gagasan dasar SNMPTN itu sendiri supaya ada semangat kebersamaan sesama PTN. Selain itu, juga supaya calon mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya pendaftaran berkali-kali untuk seleksi masuk PTN. Dengan SNMPTN, siswa cuma perlu mendaftar satu kali dan bisa memilih PTN mana saja. Itu bagian dari upaya untuk efisiensi dan optimalisasi. Betapa tidak melalui SNMPTN setiap siswa di mana pun dia berada bisa memilih dan mengikuti seleksi PTN yang dia minati.
Sistem pelaksanaan SNMPTN tampaknya akan dilakukan secara online. Ada kemungkinan bahwa sistem online penuh bakal diterapkan dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2010 ini. Para calon mahasiswa hanya mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi syarat administrasi secara online Sistem online dipandang lebih efisien sebab mahasiswa tak perlu datang ke panitia lokal. Mereka cukup ke warnet atau buka internet di rumah.
Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita segera mendapat kabar tentang SNMPTN 2010 yang launchingnya di agendakan pada medio bulan ini di salah satu dari empat Kepulauan Sunda besar di Indonesia yang terletak di antara Kalimantan dan Kepulauan Maluku, beritanya sangat kita nantikan.