Milyaran manusia mengejar apa yang dia inginkan. Mereka melakukan berbagai cara. Tapi apa yang dia dapat, mereka akhirnya malah menderita. Jadi apa yang salah ? Apa yang sebenarnya kita inginkan? Apakah kita ingin mobil mewah? Rumah megah? Istri cantik? Suami tampan? Sebenarnya anda tidak menginginkan itu semua. Lho kok bisa?
Misalnya anda menginginkan mobil mewah. Sebenarnya bukan mobil mewahnya yang anda inginkan. Setelah 6 bulan berlalu anda merasa biasa-biasa saja. Anda hanya menginginkan perubahan perasaan saja. Ketika anda memiliki mobil mewah untuk sementara perasaan anda berubah, tetapi ketika sudah lama maka perasaan anda menjadi biasa-biasa saja.
Ada 3 area di dalam hidup kita, yaitu :
1. Area di luar kontrol
2. Area di dalam pengaruh kita
3. Area di dalam kontrol
Apa sajakah area di luar kontrol itu?
Mungkin anda memiliki pendapat yang berbeda-beda. Tetapi, untuk saat ini kita pasti setuju bahwa area di luar kontrol adalah masa lalu, karena masa lalu tidak akan pernah bisa kita ubah.
Kalau bencana alam apakah di luar kontrol kita?
Ternyata tidak. Bencana alam termasuk sesuatu yang ada dalam pengaruh kita. Ketika akan terjadi gunung meletus orang sudah bisa mempengaruhi, misalnya denga dibuat terowongan. Memang tidak bisa kita cegah, tetapi kita masih bisa mempengaruhinya sehingga letusannya tidak parah.
Apakah anak merupakan sesuatu di dalam kontrol kita? Ternyata tidak. Anak merupakan sesuatu di dalam pengaruh kita. Jika anak anda tidak mau belajar, anda tidak akan bisa mengontrolnya, anda hanya bisa mempengaruhinya.
Sebenarnya, yang bisa kita kontrol adalah perasaan kita. Ketika kita merasa sedih, maka kita bisa menghilangkan seketika. Ketika kita merasa malas maka kita bisa menghilangkan seketika. Ketika takut maka kitapun bisa menghilangkannya.
Ada suatu posisi-posisi tertentu yang membuat kita sedih, ada posisi atau gerakan tertentu yang membuat kita gembira. Ketika saya melihat anak kecil menagis, maka saya sering menyuruh dia meihat ke atas, misalnya “Lihat tu di atas, menaranya tinggi “. Anehnya begitu si anak melihat ke atas ternyata dia bisa diam seketika. Dan memang pasisi menengadah ke atas adalah posisi orang gembira. Jika anda masih tidak percaya, silakan anda menegadah ke atas, satu kaki agak di depan, badan dicondongkan agak ke depan, dua tangan diarahkan ke atas, sambil tersenyum anda ingat kejadian-kejadian yang paling menyedihkan.
Sangat sulit kita mengingat kejadian yang sangat menyedihkan. Saya seringkali mempraktekkan di kelas, ketika saya menyuruh mengingat kejadian yang paling menyedihkan mereka semua malah tertawa.
Sebaliknya orang sedih cenderung menunduk. Sebenarnya untuk menghilangkan kesedihannya dia harus memperbanyak melihat k etas dan memperbanyak gerak.
Ada satu kabar gembira, bahwa sesuatu yang benar-benar kita inginkan ada di dalam kontrol kita. Apa yang kita inginkan? Kita hanyalah menginginkan perubahan perasaan. Manusia hanya menginginkan perubahan perasaan.
Kita bisa merubah perasaan kita baik secara negatif maupun positif. Ada orang yang merubah perasaanya dengan cara yang negatif, misalnya dengan merokok, minum-minuman keras. Dan ini tentu saja tidak saya anjurkan. Banyak hal-hal yang bisa merubah perasaan kita secara murah, positif, waktu relatif cepat, tidak tergantung pada orang lain, misalnya lari pagi, shalat, berenang, berdoa, bersyukur, cium bunga, menarik nafas panjang, dan lain-lain
Jika anda ingin membaca artikel saya silakan klik di Revolusi hidup.
Jika anda ingin membaca tentang masalah sesuatu yang ada di dalam dan di luar kontrol, silakan klik di sini.